Stop Normalisasi Ejekan

0
32

Perbedaan pandangan, budaya dan keyakinan bukanlah sesuatu hal yang bisa dihindari mengingat Indonesia dipenuhi dengan masyarakat yang beragam sehingga kita tidak bisa menilai benar dan salah karena punya sisi masing-masing tergantung dari arah mana melihatnya. 

Analoginya terdapat dua orang yang satu di atas pohon sementara yang lain ada dibawahnya lalu di dekat mereka ada sebuah tangga. Jika dilihat dari sudut pandang orang yang di atas pohon, tangga tersebut dianggap sangat penting untuk bisa turun. Sedangkan bagi orang satunya lagi tidak menganggapnya penting karena tidak ada kegunaan. 

Dari situ kita bisa melihat bahwa perbedaan bukanlah sesuatu yang salah melainkan hanya sebatas dua sisi pada sebuah koin, meski dilihat dari sisi yang berbeda tidak merubah statusnya sebagai sebuah koin. 

Maka toleransi itu penting antar sesama karena mengajarkan kita untuk menerima perbedaan dengan lapang dada, tanpa harus merasa superior atau merendahkan pihak lain. Sebenarnya sikap toleransi itu bisa dimulai dari hal kecil seperti tidak mengejek atau menghina orang lain. 

Memang terkadang perbuatan seperti mengejek atau menghina ini disepelekan bahkan dianggap sebagai bahan bercandaan dalam suatu hubungan atau perkumpulan. Mending jika orang yang bersangkutan menganggap ejekan itu sebagai candaan, namun kalau sebaliknya justru merasa tersinggung maka perseteruan bisa saja terjadi entah sabatas adu mulut atau bahkan sampai main fisik yang membahayakan.

Seperti dalam peristiwa yang terjadi belum lama ini di mana tawuran antar warga pecah karena dipicu saling ejek dari kedua belah pihak. Mungkin memang dilihat dari sejarahnya dikatakan kedua belah pihak masih memiliki dendam, namun bayangkan saja jika tidak ada saling ejek itu mungkin dari dendam tersebut tidak akan meledak menjadi tawuran

Ejekan atau hinaan janganlah menjadi sesuatu yang disepelekan bahkan dinormalisasikan dalam berinteraksi sosial meskipun dengan orang terdekat sekalipun karena kita tidak tahu kapan dan mana perkataan yang membuat mereka merasa tersinggung.

Dari sini maka kita akan lebih belajar untuk saling menghormati dan menghargai antar sesama apalagi pada saat melihat perbedaan sehingga tidak asal menghakimi sesuatu tanpa tahu dasarnya.

SHARE
Previous articleOrmas Agama: Masihkah Mengurus Agama di Era Modern?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here