Pada akhir tahun 2020, Duta Damai BNPT RI Regional Jakarta melaksanakan kegiatan Peace Talk 4 yang berkolaborasi dengan beberapa komunitas seperti Peace Gen, Sabang Merauke dan Gus Durian. Kegiatan tersebut berlangsung secara virtual pada Rabu 30 Desember 2020 dengan tema “Refleksi Akhir Tahun dan Resolusi Damai Generasi Muda Tahun 2021”.

Pada kegiatan Peace Talk 4 para narasumber menyampaikan pandangan masing-masing terkait refleksi di tahun 2020 dan resolusi perdamaian tahun 2021. M. Siswanto (Koordinator Gus Durian Ciputat) menjadi narasumber pertama yang menyampaikan materi seputar refleksi pemuda dalam bidang perdamaian di tahun 2020. Ia menjelaskan bahwa perdamaian itu tanpa kompromi yang berarti perdamaian adalah suatu hal yang wajib dipakai oleh Bangsa Indonesia dan pemuda. Ia menambahkan bahwa pemuda adalah tonggak masa depan, agen perubahan sosial dan pelaku perdamaian. Maka dari itu perlu adanya pemanfaatan media dan adanya kolaborasi karena keberagaman sebagai motif dalam melakukan gerakan sosial.

Narasumber berikutnya adalah Linda selaku Project Coordinator Peace Gen. Ia menyampaikan bahwa menjadi Peace Gen selalu percaya bahwa perdamaian itu tidak mungkin akan terjadi jika tiap individu belum bisa berdamai dengan dirinya sendiri. Selain itu Peace Gen juga harus menjadi kawan yang empati terhadap sesama dengan menyadari bahwa setiap orang tidak memiliki kondisi yang sama, baik dari segi finansial, kepentingan, prioritas dan kesehatan. Linda menambahkan bahwa Duta Damai diharapkan dapat berperan aktif memberantas hoax dan ujaran kebencian karena perdamaian terbaik menurutnya adalah bagaimana perilaku kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya, Wildan Mahendra (Engagement Manager Sabang Merauke) selaku narasumber ketiga mengatakan bahwa terdapat berbagai kemungkinan intoleransi model baru di tahun 2021. Oleh karena itu, kita perlu meningkatkan kapasitas melalui critical thinking dengan mengikuti berbagai kegiatan pelatihan dan forum diskusi.

“Hal yang perlu direfleksikan dalam satu tahun terakhir tentunya sangat banyak. Terutama dalam isu intoleran, terorisme dan ujaran kebencian. Harus disadari juga bahwa terorisme bukan sekedar persoalan aksi, karena yang paling menakutkan adalah penyebaran ideologi. Kemajuan teknologi juga melahirkan penyalahgunaan teknologi oleh kelompok radikal terorisme sebagai sarana penyebaran konten negatif dan kekerasan atau biasa disebut Cyber Terorism. Resolusinya semoga mental kita menghadapi 2021 dapat lebih kuat, belajar menerima dan lebih banyak berempati dari kejadian di tahun 2020 yang penuh dengan tantangan. Maka, jadilah anak muda yang membawa perubahan bukan hanya sekedar rebahan. Selain itu, jadilah anak muda yang berkarya, berpikir kritis dan juga kreatif untuk menjaga kesatuan dan perdamaian”, jelas Aulia selaku Koordinator Duta Damai Jakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here