Revitalisasi Esensi Keberagaman Dalam Menjaga Perdamaian

0
70

Seperti yang Kita tahu, bahwasanya Indonesia adalah negara yang terdiri dari berbagai pulau, yang membentang dari Sabang sampai Merauke sehingga menjadi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI). Dengan terbentangnya wilayah NKRI, Hal ini menjadikan Indonesia memiliki beranekaragam suku, agama, ras, serta budaya.

Indonesia dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika memiliki makna filosofis sangat mendalam yakni berbeda-beda namun tetap satu jua. Semboyan inilah yang kemudian dijadikan landasan bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk saling bermusuhan. 

Melainkan sebuah rahmat yang harus dijaga bersama demi terwujudnya kerukunan dalam keberagaman sehingga terwujudlah visi misi bersama untuk menjaga perdamaian dengan membangun sikap toleran dan menghargai perbedaan.

Jika kita melihat ke belakang dari sumber sejarah, bahwasanya sejarah telah mencatat, Indonesia dapat mencapai kemerdekaan melalui persatuan berbagai pergerakan dari tingkat daerah demi daerah, dari satu wilayah dengan wilayah lainnya yang saling bekerja sama dan berjuang. 

Melalui semangat pemuda-pemudi bangsa, Indonesia berhasil merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Kemudian, setelah berhasil memproklamasikan kemerdekaan, Indonesia memiliki cita-cita yang sangat mulia sebagaimana yang tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945, salah satunya yaitu ikut menjaga perdamaian di dunia.

Perdamaian inilah yang menjadi pondasi penting dalam membina keragaman yang ada

di Indonesia. Dengan adanya sebuah tekad dalam menjalin persaudaraan sejati, keragaman tanpa meleburkan. Maka, sebagai generasi muda sudah sepatutnya kita

meneruskan perdamaian yang menjadi cita-cita bangsa.

Peran pemuda sangat dibutuhkan keberadaannya dalam melanjutkan

perdamaian di negeri ini. Karena dari tinjauan historis, pemuda menjadi pelopor pemersatu jauh sebelum Indonesia Merdeka. Namun, jika kita analisis kembali, saat ini masih terjadi masalah yang dihadapi pemuda dalam membangun perdamaian,seperti timbulnya konflik yang terjadi akibat keanekaragaman suku, agama, ras dan antar golongan. 

Seperti konflik kerusuhan sosial yang terjadi di Poso, Sulawesi Tengah yang bernuansa agama. Ada juga, insiden pembakaran masjid di Kabupaten Tolkara, Papua yang memicu konflik diantara dua agama yakni Islam dan Kristen, ditambah dengan konflik kerusuhan antar etnis yang terjadi di Sampit, Kalimantan Tengah hingga menimbulkan banyak korban. 

Hal inilah yang seharusnya membuat kita sadar untuk mencarisolusi. Oleh karena itu, peran dan kesadaran pemuda dalam menjaga perdamaian tentu sangatlah diperlukan karena pemuda merupakan generasi penerus bangsa yang akan melanjutkan perjuangan. Salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah, 

Pertama, dengan adanya Revitalisasi Esensi Keberagaman dalam upaya menjaga perdamaian. Dengan adanya Revitalisasi yang merupakan suatu proses atau cara dan perbuatan untuk menghidupkan kembali arti atau esensi keberagaman dikalangan Millenial

sehingga kaum millenial memiliki kesadaran kritis bahwa esensi keberagaman mempunyai arti sangat penting untuk mewujudkan perdamaian. Dengan demikian, Perdamaian di tengah kalangan kaum Milenial dapat tetap dipertahankan.

Kedua, yaitu dengan menjadi pemuda yang yang Terdidik. Pendidikan kini menjadi hal yang penting bahkan wajib bagi setiap manusia jika ingin memiliki kehidupan yang layak. Tak hanya keterampilan melalui praktik usaha atau mendukung sebuah profesi, Pendidikan moral dan spiritual turut menjadi tahapan yang diperlukanoleh generasi muda.

Salah satunya yaitu melalui ilmu pengetahuan dan agama yang dimilikinya sehingga para pemuda akan mempunyai bekal menjadi agent of change yang menjaga perdamaian dunia baik di lingkungan keluarga, komunitas, bangsa, hingga berkembang ke seluruh dunia.

Ketiga, yaitu dengan menjadi Generasi yang Berkarakter selain terdidik, sudah seharusnya para pemuda juga memiliki karakter kepribadian yang baik.

Tentu hal ini tidak hanya didapat seseorang melalui bangku sekolah. Melainkan juga didapat dari lingkungan dimana ia tinggal, di samping tentu saja dari keluarga, rekan sebaya dan masyarakat luas. Keluarga sebagai landasan masyarakat berperan penting dalam mengajarkan nilai moral dan spiritual kepada kaum muda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here