5 Rekomendasi Film Selama Di Rumah Saja

0
206

(Penulis : Aulia Trisia)

Dampak dari pandemi virus corona menyebabkan sebagian besar orang untuk tetap tinggal di rumah aja. Nah, selama di rumah aja, kegiatan kalian apa saja nih sobat? Kalau misalkan kamu bingung ingin menikmati libur di rumah aja dengan nonton film, maka duta damai kali ini memberikan rekomendasi film untuk kalian nih. Seperti yang kita ketahui bahwa film, bukan hanya sekadar hiburan yang berbagai ceritanya mudah dilupakan sambil lalu. Sebaliknya, film juga banyak menanamkan sebuah pelajaran, hikmah menarik dan menghayati kisahnya sembari kita menikmati alur cerita.

Berikut deretan film yang menggambarkan nilai toleransi dan memaknai kehidupan. Yuk simak 5 rekomendasi film untuk kalian selama dirumah aja.

1. Film semesta ( Januari 2020).

Film SEMESTA adalah film dokumenter yang berkisah tentang tujuh sosok di tujuh provinsi Indonesia yang bergerak memelankan dampak perubahan iklim dengan merawat alam Indonesia atas dorongan agama, kepercayaan, dan budaya masing-masing. Film ini disutradarai Chairun Nissa dan Nicholas Saputra sebagai produser. Film semesta juga sudah mendapatkan nominasi Piala Citra untuk Film Dokumenter Panjang Terbaik.

Sumber foto : https://www.kompas.com/hype/read/2020/01/30/085024066/sinopsis-film-dokumenter-semesta-kisah-7-pegiat-lingkungan-di-indonesia

2. Film Mencari Hilal (2015)

Film ini menceritakan tentang perjuangan untuk perubahan, memahami perbedaan prinsip, hingga perbedaan pandangan antara ayah dan anak disajikan apik. Deddy Sutomo dan Oka Antara terbilang sukses dalam memerankan bagaimana karakter ayah dan anak lelakinya yang kadang berbenturan satu sama lain. Di satu sisi sang ayah ingin tulus berjuang demi agamanya, di sisi lain anak bungsunya banyak memberikan kritik yang bersifat lebih liberal.

Di benak Mahmud (Dedy Sutomo), tak ada yang lebih mulia selain tulus berjuang menerapkan perintah Islam secara kaffah dalam semua aspek hidup. Sayangnya semangat Mahmud tercederai saat mendengar isu sidang Isbat Kementrian Agama yang menelan dana sembilan milyar untuk menentukan hilal. Realita itu membuatnya teringat lagi tradisi mencari hilal yang dilakukan pesantrennya dulu. Sayangnya upayanya itu terhalangi oleh anak-anaknya. Mereka mengkhawatirkan kesehatan Mahmud yang menurun. Mahmud bersikeras pergi. Namun, Ia hanya boleh pergi hanya jika ditemani oleh Heli (Oka Antara), anak bungsunya yang sejak lama pergi dari rumah karena selalu bertentangan dengannya. Heli, aktivis lingkungan hidup, kerap membuat Mahmud gerah dengan kritik sekuler liberal yang menurutnya sesat.

Sumber foto: https://cdn.cgv.id/uploads/movie/compressed/19017800.jpg

3. Mata Tertutup (2011).

Film ini pasti akan membawa emosional kalian terombang-ambing. Film ini membicarakan tentang isu agama, negara dan juga keluarga. Karya sutradara Garin Nugroho yang satu ini patut kamu saksikan nih. Jauh sebelum isu politik makin memanas akibat pilpres, film ini sudah menggambarkan bagaimana agama jadi senjata permainan. Bahkan isu domestik tentang keluarga pun hadir dengan manis. Mata Tertutup merupakan film drama Indonesia yang dirilis pada tahun 2011 yang disutradarai oleh Garin Nugroho serta dibintangi oleh Jajang C Noer dan M. Dinu Imansyah.

Sumber foto: https://id.m.wikipedia.org/wiki/Mata_Tertutup

4. Film Ngenest (2015).

Bukan soal agama, tapi yang jelas film Ngenest (2015) menggambarkan isu perbedaan ras Tionghoa yang hidup di Indonesia lewat berbagai komedi dan lawakan. Meski temanya tergolong berat, tapi jangan khawatir, film ini disajikan dengan ringan dan penuh komedi. Kita akan diajak menertawai betapa lucunya tindakan kita sendiri dalam menghadapi perbedaan. Film ini mengisahkan nasib  Ernest (Kevin Anggara/Ernest Prakasa) lahir di sebuah keluarga Cina. Ia tumbuh di masa Orde Baru saat diskriminasi terhadap etnis Cina masih kental. Bullying menjadi makanan sehari-hari.

Sumber foto : https://m.media-amazon.com

5. Film 99 Cahaya di Langit Eropa (2015)

Kisah yang diangkat dari sebuah novel, 99 Cahaya di Langit Eropa (2015) menceritakan pelajar Muslim yang melangsungkan studi di Eropa. Ketika Islam di Indonesia adalah mayoritas, Muslim di Eropa justru minoritas. Film ini menggambarakan betapa pentingnya kesabaran untuk berbaur bersama penduduk dengan keyakinan yang berbeda-beda di Eropa. Kita juga disini belajar bagaimana itu makna toleransi dan bisa merasakan bagaimana menjadi minoritas. Selain menceritakan tentang tentang perjuangan terhadap agamanya, juga mengajarkan kita akan nilai-nilai kehidupan.

Sumber foto: https://assets.kompasiana.com/items/album/2018/02/22/watch-99-cahaya-di-langit-eropa-part-1-movie-online-5a8e77abcbe52302e1726f23.jpg?t=o&v=736&x=414

SHARE
Previous articleKumpulan HOAX tentang CORONA di Media Sosial

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here