Cegah Paham Intoleran di Media Sosial, BPIP Ajak Duta Damai Bersinergi

0
768

Duta Damai Jakarta melakukan kegiatan silaturahmi sekaligus audiensi dengan Staf khusus ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo bertempat di Gedung BPIP pada Kamis 17 Desember 2020.

Staf khusus ketua Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo mengatakan,  Persoalan Radikalisme tumbuh berkembang di Indonesia salah satu alasan kuatnya karena pengaruh media sosial yang konten-kontennya mempengaruhi perilaku serta cara berfikir generasi muda. Potensi terbesar munculnya radikalisme yaitu  kedalaman narasi suatu informasi yang kerap kali generasi muda hanya melihat dari satu sisi saja, padahal kebenaran itu dilihat dari banyak sisi.

Di dalam Pancasila tepatnya pada sila pertama berbunyi “Ketuhanan yang Maha Esa” menurut Presiden Soekarno yaitu kekuasaan tertinggi dalam beragama. Dalam beragama, orang melihat perilaku kita. Bagian dari keimanan dan keyakinan seseorang kita tidak boleh mengintrepesentasikannya dan negara memberikan jaminan kebebasan beragama yang diatur dalam pasal 29 termasuk attitude-attitude keagamaan.

Menurut Benny, Tugas kita sebagai Duta Damai dan generasi muda yaitu kampanye di media sosial dengan membuat konten positif sebagai counter terhadap narasi radikal. Counter ini dapat dibuat sekreatif dan inovatif mungkin sehingga mampu mempengaruhi generasi muda agar merasa dirangkul untuk mencintai negeri ini.

Duta Damai sebagai representative generasi muda dan tersebar di 13 provinsi bisa bersinergi langsung dengan BPIP dalam mencegah paham-paham intoleran dengan membuat konten-konten cinta damai. Duta Damai memang mengawal ideologi pancasila agar digandungi oleh generasi muda, caranya yaitu melalui konten-konten yang membangkitkan semangat dan mengajak untuk bersatu.

Persoalan kita di era ini adalah kebohongan menjadi marak karena miskin literasi. Maka yang terjadi di dunia maya, orang digiring pada opini palsu yang memecah belah. Ini pentingnya Duta Damai sebagai mitra bagian dalam penanggulangan terorisme untuk mengkampanyekan kultur kehidupan.  Duta damai tidak hanya sebagai mitra tetapi juga sebagai jantung untuk menjaga NKRI. 

SHARE
Previous articleMemaknai Toleransi Beragama dari Persaudaraan Antar Masyarakat Kampung Sawah
Next articleUntukmu Agamaku dan Untukku Agamamu?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here