Hidup Perempuan Melawan! Sebab Diam Bukan Pilihan yang Tepat.

0
246

8 Maret kemarin adalah hari perempuan internasional, atau dikenal dengan International Womans Day (IWD) menjadi tanda perjuangan kaum perempuan. Adapun yang diperjuangkan ialah hak-hak dasar perempuan sebagai manusia. 

Pergerakan hari perempuan internasional (IWD) kali ini bertajuk “Choose To Challange” atau dibahasakan menjadi “memilih untuk menantang”. Dalam realitas perjuangan perempuan diperhadapkan dalam pilihan untuk diam atau bersuara, memilih bungkam atau bertindak sesuatu. Pilihan tersebut tentu berpusat pada masalah ketidakadilan. 

Tidak bisa ditutupi bahwa masalah perempuan belum saja usai. Kasus-kasus ketidakadilan terhadap perempuan masih terus ada bahkan (mungkin) dalam jumlah yang tidak sedikit. Pelecehan seksual, pembedaan dalam hak kerja, atau stigma negatif adalah sedikit dari banyaknya masalah yang terjadi hanya karena bias gender. 

Pada konteks Indonesia, saat ini yang menjadi buah perjuangan kaum perempuan di tataran politik ialah proses pembahasan RUU PKS dan RUU PRT. Banyak LSM maupun organisasi resmi seperti Komnas Perempuan bergerak mendorong pemerintah untuk betul-betul memperhatikan perempuan di Indonesia. 

Penulis tidak dapat memastikan betul kesadaran perjuangan terhadap hak perempuan ini dimulai dari kapan. Namun, R. A. Kartini menjadi perhatian besar dalam memperjuangkan hak-hak perempuan. Sebagaimana perjalanan hidupnya, perempuan yang diakui Ir. Soekarno sebagai tokoh pahlawan nasional ini menyuarakan bahwa perempuan tidak hanya hidup di ruang domestik saja melainkan melampaui itu. 

Perjuangan R. A. Kartini meskipun tidak berlangsung lama, namun tampaknya terasa sampai saat ini. Perempuan-perempuan berusaha melepaskan stigma domestikasi tersebut dengan menempuh pendidikan setinggi-tingginya dan berkarya di ruang-ruang yang lebih luas. Perempuan menunjukkan bahwa mereka bisa berkarya dan memimpin sebagaimana yang dilakukan oleh kebanyakan laki-laki. 

Secara biologis laki-laki dan perempuan berbeda. Ya, secara biologis. Perjuangan perempuan ialah adanya kesetaraan hak baik secara ekonomi, sosial, kesehatan, pendidikan, maupun dalam politik. Apakah saat ini sudah tercapai? Jawabannya adalah Ya dan Tidak. Dalam beberapa hal perempuan sudah mulai bisa merasakan, ada banyak bidang pekerjaan yang dipimpin oleh perempuan.  

Sekiranya, dalam tulisan ini tidak menyudutkan laki-lak sebab perjuangan perempuan ialah mendapatkan kedudukan yang setara dan bukan menindas laki-laki. Maka, cocok lah dalam perjuangan ini menyuarakan “Hidup perempuan melawan”. 

Melawan diartikan keberanian bersuara atau menyuarakan hal-hal ketidakadilan. Penulis sepakat, bahwa kita harus bersuara terhadap ketidakadilan, dan bukan hanya perempuan melainkan juga laki-laki. Bersuara lah selagi bisa. Perjuangan tetap perjuangan yang harus diperjuangkan. Salam baik untuk sobat damai semua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here