Khilafah, Solusi atau Tragedi

0
134

Oleh: Haydar Al Jufry

Walaupun ormas pengusung khilafah sudah secara resmi dibubarkan oleh pemerintah, pengikut paham ini tak bisa serta merta dimusnahkan. Sampai sekarang semua tragedi di negeri ini dikaitkan dengan Khilafah yang katanya menjadi solusi.

Benar bahwa dalam sumber-sumber klasik ajaran Islam terdapat pembahasan mengenai kewajiban mengangkat seorang khalifahimam, atau amir. Namun ini tak berarti bahwa “khilafah” sebagaimana dipahami oleh kelompok eks HTI itu wajib ditiru secara sama persis. Kewajiban mengangkat khalifah adalah tentang kewajiban mengangkat pemimpin, yang kehadirannya adalah keniscayaan dalam suatu institusi politik.

Islamic state atau negara Islam menjadi tujuan utama perjuangan mereka. Namun, kondisi nyata di mana mereka melakukan kekerasan, teror, dan pembunuhan dalam memperjuangkan khilafah menjadi tanda tanya besar, benarkah sistem khilafah dan daulah Islamiyah seperti itu yang mereka perjuangkan?

Dr. Nadirsyah Hosen, Dosen Senior di Fakultas Hukum Monash University, Australia, menjelaskan 3 Khilaf dalam memahami khilafah:

  1. Sumber utama Islam, yakni al-Quran dan hadis, tidak memerinci secara detail dan kaku mengenai cara pemilihan pemimpin dan mekanisme pemerintahan. Memaksakan sebuah sistem yang dinamai “khilafah” sebagai bagian ajaran Islam yang mutlak merupakan sebuah kekhilafan.
  2. Teorisasi khilafah sebetulnya baru dilakukan berpuluh bahkan beratus tahun setelah wafatnya Rasulullah. Artinya, khilafah bukanlah sistem yang harus taken for granted. Perbedaan konseptualisasi khilafah, mulai dari al-Mawardi dalam al-Ahkam as-Sulthaniyyah hingga yang belakangan seperti al-Maududi, Taqiyuddin an-Nabhani, dan Abdul Wahhab Khalaf, makin menunjukkan bahwa hal ini merupakan persoalan ijtihadiy. Yang menjadi masalah adalah saat sistem khilafah yang dikonseptualisasikan an-Nabhani ini dianggap sebagai satu-satunya kebenaran, dan itu dipaksakan sebagai khilafah yang benar. Pemutlakan satu konsep khilafah, dengan demikian, adalah satu bentuk kekhilafan juga.
  3. Khilaf ketigayaitu ketika khilafah dipahami sebagai satu-satunya solusi bagi seluruh persoalan umat. Khilafah dengan segala macam bentuk dan sistemnya tidak lepas dari beragam persoalan dan kekurangan. Tiga orang khalifah yang merupakan Sahabat Nabi yang utama—Umar, Utsman, dan Ali—meninggal dibunuh. Dua di antaranya bahkan dibunuh oleh sesama umat Islam sendiri. Dalam periode Dinasti Bani UmayyahAbbasiyyah, hingga Turki Utsmani, sejarah mencatat tak sedikit kasus kekerasan yang terjadi terhadap umat, berlakunya ketidakadilan, atau penyimpangan atas penegakkan hukum syariat hingga politisasi ayat-ayat suci demi memuluskan tujuan politis para penguasa saat itu. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here