Metode Asik Pengenalan Pancasila untuk Anak Kekinian

0
532

Minat baca siswa semakin menurun. Kita dapat melihat perbedaan yang signifikan dari generasi baby boomers hingga generasi Z sekarang ini. Semakin berkembangnya teknologi, generasi z menginginkan segala sesuatunya serba cepat atau instant dan mulai tidak menghargai proses. Padahal membaca sebuah buku baik dari yang tipis sampai yang tebal, semuanya pasti membutuhkan proses membaca. Tiap halaman per halaman dan bab per bab harus kita lalui dan nikmati. Namun bagian membaca inilah yang sulit untuk dilalui dan dinikmati para generasi Z jaman sekarang ini.

Generasi yang lahir pada rentang 1995-2010 ini malas melakukan proses membaca untuk mengetahui suatu cerita dalam suatu buku. Sehingga akibatnya, mereka lebih cenderung hanya melihat sinopsis, review singkat di blog ataupun media sosial, lalu selebihnya mereka hanya akan menerka-nerka cerita tersebut. Singkatnya jika mereka tidak membaca buku secara mendalam dan berproses, maka hasil yang akan mereka pahami juga pasti hanya akan asal tahu saja.

Dalam kegiatan belajar mengajar, sebagian besar guru mengajar dengan gaya berceramah dan minim memanfaatkan media pembelajaran. Proses pembelajaran yang kurang menarik membuat daya serap generasi Z pada pelajaran tidak optimal. Inovasi pembelajaran dinilai sangat penting untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Begitu pula pada saat  Guru menjelaskan Pancasila pada Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Pancasila akan susah dipahami jika guru masih menerapkan metode lama. Pancasila hanya akan didengar tanpa siswa memahami isinya.

Penyederhanaan dan Penjabaran Sila serta Contoh Kongkret

Guru diharapkan dapat menjabarkan dan menyederhanakan kata pada sila-sila yang terdapat pada Pancasila. Nilai-nilai yang dimaksud di dalamnya akan dapat dipahami oleh generasi Z jika Guru dapat memberikan contoh pada kehidupan nyata. Misalnya mengenai makna sila ketiga yakni, Persatuan Indonesia. Guru harus bisa memilih diksi yang dipahami oleh generasi Z ketika menjabarkan maknanya.

“Makna Sila ke 3 ini mengandung maksud mengutamakan persatuan atau kerukunan bagi seluruh rakyat yang ada di indonesia, yang mempuyai perbedaan agama mapun suku bangsa dan budaya, sehingga dapat pula di satukan melalui Sila yang berbeda – beda tapi tetap satu tujuan yang disebut dengan Bhineka Tunggal Ika.”

Selanjutnya, guru dapat menunjuk beberapa siswa untuk membuat Roleplay dalam kegiatan sehari-hari. Karena dengan praktik langsung, siswa dapat lebih mudah memahami dan tidak jenuh di dalam kelas.

Game Asik Bikin Siswa Tertarik

Pancasila tak pernah ketinggalan zaman, hanya penyampaiannya lah yang perlu dimodifikasi. Hal ini sudah diterapkan oleh Komunitas Board Game Salatiga . Pada Bulan Juni 2017 mereka mengajak salah satu SD di sana untuk bermain Laskar Pancasila. Para siswa dikenalkan lebih dalam dengan kelima dasar negara ini. Sesuai judulnya, pemain akan tergabung di sebuah kelompok bernama Laskar Pancasila yang didirikan oleh Presiden.

Pada Game tersebut, siswa diajak menyelesaikan masalah dengan mengantarkan barang dari satu tempat ke tempat lain yang bermasalah. Kemudian mengelompokkan masalah tersebut sesuai dengan sila Pancasila yang sesuai. Jika benar, pemain akan mendapat poin, dan yang pertama mengumpulkan 5 poin dalam 10 putaran resmi keluar sebagai pemenang.

SHARE
Previous articleAplikasi Getar Media, Cara Cerdas Lawan Radikalisme di Era 4.0
Next articleWASPADA! Info HOAX Corona Membabibuta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here