PANCASILA ITU BUKAN IDEOLOGI, TAPI…

0
118

Halo sobat damai semua, hatimu sedang damai kah? Semoga seusai menyimak tulisan singkat ini, bisa semakin damai. Kalau belum damai juga, yowessss hidup tetap harus berjalan ya toh? Sebelum lanjut, sekarang masih bulannya Pancasila kan atau hanya 1 Juni saja kita bahas Pancasila nya?. 

Berdasarkan ulasan BPIP dalam situsnya, Peringatan hari Pancasila didasari pada pidato Ir. Soekarno 1 Juni 1945 dan melaui proses “panitia sembilan” yang disahkan tanggal 18 Agustus 1945. Jadi kita bisa pahami bahwa penentuan 1 Juni bukan hanya sekadar ditentukan, melainkan ada peristiwa sejarahnya.

Sobat damai pernah dengar kan kalau Pancasila disebut sebagai apa? Ya, sebagai ideologi negara. Secara Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “ideologi” diartikan kumpulan konsep bersistem; cara berpikir; atau paham,teori. Dalam hal ini, ideologi sangat dekat dengan sebuah konsep. Bagi saya, Pancasila tidak sekadar ideologi melainkan sebagai falsafah.

Dalam KBBI, “falsafah” diartikan anggapan; gagasan; dan sikap batin yang paling dasar. Jadi, falsafah itu lebih menekankan pembatinan terhadap sesuatu. Dalam hal ini, Pancasila sebagai falsafah artinya membatinkan Pancasila itu sendiri di dalam hidup bermasyarakat. 

Lalu, apakah Pancasila sebagai ideologi berarti salah? Tentu tidak. Dalam tulisan ini, tidak untuk mengatakan salah atau benar melainkan mengajak memahami lebih dalam tentang Pancasila. Sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, kita perlu tahu bahwa Pancasila itu tidak hanya berhenti pada “konsep” tetapi juga harus dihidupkan secara batin. Bahasa kerennya, menjadi nafas.

Bisa dibayangkan bagaimana kalau kita berhenti bernafas? Terganggu, bahkan bisa berujung kematian. Pancasila menjadi nafas artinya selalu hidup. Apabila Pancasila sebagai nafas berhenti, sama saja Indonesia akan mati. Maka dari itu saya mengajak sobat semua untuk hidup dan menghidupi Pancasila, bukan sekadar dihafal dalam pikiran melainkan juga dipraktikkan di kehidupan sehari-hari.

Tidak ada yang mudah melakukan sesuatu untuk mencapai sesuatu, tetapi mulai saja dulu dari yang kamu bisa. Mulai menjalani kehidupan sebagai seorang diri, sebagai bagian dari komunitas, atau bahkan bagian dari negara ini dengan menghidupi nilai-nilai Pancasila. Selamat menghidupi, Salam Pancasila!

SHARE
Previous articleIslamophobia, Bisakah Disembuhkan?
Next articleDirgahayu BNPT RI Ke-11; Bergerak Bersama Untuk Indonesia Harmoni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here