Habib Husein Ja’far: Produktif, Positif, Kreatif

0
126

Sabtu, 24 Juli 2021 Duta Damai DKI Jakarta mengadakan kegiatan Talkpeace yang ke-8 dengan mengangkat tema PPKM (Pemuda Produktif Kerennya Meningkat).Kegiatan ini dikemas dengan tujuan untuk mempersiapkan anak-anak muda menjadi generasi yang lebih produktif dalam kehidupannya. Dimoderatori langsung oleh Rafi selaku anggota Duta Damai DKI Jakarta dengan Narasumber Habib Husein Ja’far.

Mengingat sekarang ini adalah masa dimana generasi muda memiliki kuasa besar akan pesatnya kemajuan teknologi mendorong agar setiap anak muda untuk dapat meningkatkan skill mereka dan bertahan di tengah pandemic sekarang ini. Selain daripada itu kegiatan ini juga diadakan guna menciptakan generasi muda yang melek akan mengcounter setiap narasi-narasi dari paham radikal yang masuk di lingkungan masyarakat sekitar, baik lewat dunia maya maupun dunia nyata.

Sedikit perkenalan yang dilakukan oleh Habib Husein Jafar tentang pertanyaan dari Moderator tentang pemuda tersesat, dikatakan oleh Habib bahwa Pemuda tersesat adalah salah satu cara kreatif yang Beliau lakukan untuk mendorong kreativitas dalam berdakwah dengan tujuan untuk dekat dengan semua orang terkhusus kaum muda dengan bahasa humor yang digunakan.

Dalam penyampaian Beliau, dikatakan  bahwa Anak-anak muda adalah kunci untuk merubah serta membangun peradaban dunia kedepannya, Pemuda diharap dapat menjadi generasi penerus yang memiliki kreativitas dan berwawasan serta produktif.

Beberapa pertanyaan disampaikan oleh moderator kepada narasumber terkait dengan TalkPeace kali ini membuat peserta TalkPeace semakin antusias akan kegiatan yang dilakukan, banyak pesan dan ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh beliau sehingga membuat para peserta merasa terdorong untuk melakukan aktivitas yang kreatif serta produktif.

Salah satu contoh pertanyaan yang dilontarkan oleh moderator kepada narasumber lewat talkpeace kali ini adalah bagaimana cara pemuda agar dapat produktif dalam situasi pandemic sekarang ini? Narasumber Habib Husein Ja’far menjawab bahwasannya  generasi muda harus memiliki Positivisme, Aktif menularkan aura-aura positif, Kreatif bukan sekedar aktif, Kolaboratif , serta Solutif.

Beliau juga mengatakan bahwa tidak perlu takut untuk berkreativitas, tidak perlu untuk mengambil hati setiap kritikan-kritikan seseorang yang tujuanya untuk menjatuhkan niat kita untuk menjadi pemuda/i yang kreatif.

Selain itu beliau juga menyampaikan sedikit pesan untuk kaum muda, agar kaum muda dapat melakukan pendekatan yang benar terhadap orang yang tidak suka dengan niat generasi muda untuk mengembangkan positivisme yang ada dalam dirinya.

Beliau menjelaskan bahwa cara melakukan pendekatan yang baik kepada mereka yang tidak suka dengan kita adalah dengan cara:

  1. Mengupayakan memberikan perspektif yang positif terhadap sesuatu yang viral dan bertanggung jawab
  2. Mengkemas secara menarik, menyampaikan dengan sudut pandang yg berbeda
  3. Perkuat dengan data, fakta, dan sumber yang jelas
  4. Singkat, padat, dan jelas
  5. Sampaikan dengan bahasa yang emosional (menguras emosi positif), bukan hanya rasional
  6. Membuat bahasa yang kreatif untuk menjadikan tujuan kita menarik
  7. Tidak menggurui hanya untuk memberitahu
  8. Sifat komunikasi juga harus Merangkul
  9. Berikan sentuhan humor, dan
  10. Kontekstualisasikan (Kita bukan hanya harus paham teks, tapi juga harus paham konteks)

Pesan terakhir yang dapat diambil oleh setiap yang mengikuti Talk Peace atau kalian yang hanya dapat membaca artikel ini adalah Sebagai pemuda, generasi penerus bangsa Indonesia.

Mari kita membangun Komunikasi dengan baik serta memberikan edukasi dalam persiapan untuk Kesejahteraan generasi muda sebagai penerus anak bangsa, jika pemuda tidak kreatif, dan beredukasi siapa yang akan meneruskan perjuangan bangsa?

Kita juga diajarkan bahwa hidup kita itu soal bagaimana kita dipengaruhi dan mempengaruhi, menjadi contoh ditengah lingkungan untuk memberikan edukasi untuk melek terhadap algoritma-algoritma kehidupan yang terjadi.

Pemuda kreatif, bukan sekedar kreatif tapi juga positif, dan bukan sekedar positif tapi juga harus aktif, kolaboratif, dan memiliki solutif.

Toleransi perlu ditumbuhkan dengan cara ditanam juga disiram, untuk menumbuhkan rasa toleransi juga dibutuhkan kesabaran, karena kita terlahir dengan cinta, tapi terpapar dengan benci. Sehingga dengan toleransi ditumbuhkan rasa benci itu dapat hilang dan rasa cinta dapat mekar indah. Jangan alergi terhadap perbedaan, karena perbedaan itu indah.

Semoga kita semua sehat-sehat taati protocol kesehatan dan sampai jumpa dilain kesempatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here