Jadikan Inspirasi Era Kekaisaran Jepang untuk Indonesia

0
153

Oleh: Syammas Pinasthika Syarbini

Kamu pasti sudah tahu kalau rakyat Jepang sedang bergembira menyambut Era kekaisaran baru Reiwa yang dipimpin oleh Kaisar Naruhito.

Upacara penobatan Naruhito dilaksanakan pada 1 Mei 2019 lalu , tepat satu hari setelah ayahnya, kaisar Akihito, menjadi kaisar pertama yang turun takhta secara sukarela dalam dua abad kekaisaran Jepang. Kaisar Akihito yang berusia 85 tahun, memilih turun takhta karena faktor usia dan kesehatannya yang memburuk.

Dalam pidato pertama di hadapan rakyat Jepang, Kaisar Naruhito berjanji dirinya akan ‘selalu memikirkan rakyat dan berdiri bersama-sama rakyat’. Naruhito yang menjadi Kaisar Jepang pertama yang lahir setelah Perang Dunia II ini, menyampaikan terima kasihnya untuk kinerja kedua orangtuanya, Kaisar Emeritus Akihito dan Permaisuri Emerita Michiko, selama tiga dekade terakhir. 

Era Reiwa, Keharmonian menyempurnakan Kedamaian.

Kaisar Naruhito berkuasa dalam masa yang disebut Reiwa, yang memiliki makna mengejar harmoni. Sedangkan ayahnya Kaisar Akihito berkuasa pada era Hesei, yang memiliki makna perdamaian di mana-mana. Nama era baru ini menunjukkan kelahiran kultur baru karena masyarakat saling menyayangi satu sama lain.

Pada tahun 1989 ketika Akihito naik takhta, dia berbicara tentang kesejahteraan sosial dan perdamaian. Ini adalah visi yang dia tuju selama era Heisei-nya, dan interaksinya dengan orang-orang yang dilanda penyakit atau bencana membuatnya disayangi oleh banyak orang Jepang.

Sebelumnya, Kaisar Akihito juga berperan sebagai diplomat pada masa pemerintahannya, dengan menjadi duta besar tidak resmi untuk Jepang dan bepergian ke beberapa negara.

Hebatnya lagi, Kaisar Akihito menjadi raja pertama Jepang yang mengunjungi China, salah satu negara yang sempat dijajah Jepang. Kaisar Akihito pun dinilai memiliki peran yang lebih besar dari para pemimpin politik selama ini dalam mendorong rekonsiliasi pemerintah dengan para korban kolonialisme Jepang.

Kaisar Akihito menjadi salah satu kaisar yang berjasa menyebuhkan luka dan keterpurukan rakyat Jepang di masa Perang Dunia II.

Inspirasi Perdamaian Indonesia

Kekaisaran Akihito dan Naruhito patutnya menjadi inspirasi untuk rakyat Indonesia bahwa demokrasi bernegara tak harus melulu soal kekuasaan dan isu.

Kita bisa ambil poin penting dari Era Reiwa dan Hesei. Dua era tersebut menjunjung sebuah keharmonian dan kultur perdamaian sosial.

Pemikiran dan pandangan kita harus seperti kekaisaran Jepang yang memilih untuk fokus ke arah kehidupan yang damai, toleransi, serta saling menyayangi.

Dalam pidato perdana kaisar Naruhito, ia juga mendoakan kebahagiaan bagi warga Jepang dan perdamaian dunia.

“Saya dengan tulus berdoa untuk kebahagiaan rakyat dan pengembangan bangsa lebih lanjut serta perdamaian dunia,” ucapnya.

Pidato tersebut menunjukan bahwa kaisar Naruhito adalah pemimpin yang dapat dijadikan teladan rakyatnya. Menurunkan sifat dari ayahnya, yaitu Kaisar Akhito yang sudah terbukti menjadi Kairsar yang dicintai rakyatnya pada era Hesei.

Banyak sekali yang bisa jadi inspirasi untuk Indonesia. Kalau kamu jadi Kaisar, apa nama eramu?

(sumber gambar: nasional.kompas.com)

SHARE
Previous articleMenerima Hasil Pemilu Dengan Semangat Pancasila
Next articleMenjelang Pengumuman Hasil Pemilu, 5 Jenis Konten Ini Ampuh Menyejukkan Dunia Maya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here